DPPPAPPKB Kotabaru Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Hingga ke Desa

KOTABARU, GK – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) Kabupaten Kotabaru terus memperluas jangkauan program perlindungan perempuan dan anak hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Kepala DPPPAPPKB Kotabaru, Ir. Sri Sulistyani melalui Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Suzana, menegaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir pihaknya fokus pada penguatan perlindungan berbasis masyarakat serta peningkatan kualitas keluarga melalui program Bangga Kencana.

“Prioritas utama kami adalah memastikan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak benar-benar hadir hingga ke desa-desa, bukan hanya di tingkat kabupaten,” ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya Senin (18/5/26).

Ada sejumlah program yang digencarkan antara lain:

  • Pembentukan Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).
  • Penguatan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).
  • Sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di desa maupun sekolah.
  • Penanganan kasus melalui UPTD PPA.
  • Edukasi pengasuhan keluarga serta pencegahan perkawinan usia anak.

Suzana menyebut program tersebut mulai menunjukkan hasil nyata.

“Kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan meningkat, dan semakin banyak keluarga mengikuti edukasi pengasuhan anak. Relawan Sahabat Perempuan dan Anak serta Forum Anak di desa juga mulai terbentuk,” jelasnya.

Untuk memastikan program menyentuh keluarga yang membutuhkan, DPPPAPPKB menerapkan strategi pelayanan langsung ke desa-desa melalui sosialisasi, penyuluhan, dan pendampingan keluarga berisiko bersama kader PKK serta relawan desa. Edukasi juga diperluas ke sekolah, rumah ibadah, dan komunitas masyarakat.

“Kami berupaya agar tidak ada keluarga yang terlewat dari layanan perlindungan dan pemberdayaan,” tegas Suzana.

Dinas PPPAPPKB memperkuat kolaborasi dengan organisasi perempuan, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, Forum Anak Desa, Karang Taruna, hingga dunia usaha melalui dukungan program CSR.

“Perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian seluruh elemen masyarakat, kita bisa mewujudkan keluarga yang berkualitas, aman, dan sejahtera,” pungkasnya.

Penulis: Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *