Disparpora Kotabaru Fokus Bentuk Generasi Muda Bebas Narkoba dan Pergaulan Bebas

KOTABARU, GK – Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru mengumpulkan 100 pemuda pilihan untuk jadi garda terdepan melawan narkoba, bullying, dan pergaulan bebas. Kegiatan bertajuk Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Zat Adiktif, Bullying, dan Pergaulan Bebas digelar di Gedung Mahligai Pemuda Kotabaru pada Jumat, (22/5/26) Pagi.

Para peserta datang dari OKP, OSIS, dan BEM se-Kotabaru. Mereka disiapkan bukan hanya untuk melindungi diri, tapi untuk pulang dan menggerakkan perubahan di sekolah, kampus, dan lingkungan masing-masing.

Materi disampaikan langsung oleh dua institusi kunci. Polres Kotabaru membedah jerat narkotika yang merusak masa depan bangsa. Sementara DP3AP2KB mengupas tuntas bagaimana bullying dan pergaulan bebas bermutasi di ruang media sosial.

Kadispora Kotabaru Ir. Kamiruddin membuka dengan nada tegas sekaligus penuh harapan.

“Kita akan menghadapi ekonomi global yang makin kompleks dan tidak menentu. Tapi justru di sanalah peluang besar itu muncul. Siapkan harapan, cita-cita, dan prinsip yang kuat dari sekarang. Karena kelak, Indonesia akan berada dalam genggaman kalian,” ujarnya, disambut yel-yel (Salam Kotabaru, Salam Sehat, Salam Pemuda) yang menggelegar.

Kemudian, Sekretaris Daerah (Sekda) Kotabaru, H. Eka Saprudin menyuarakan keprihatinan atas maraknya kasus narkoba dan bullying yang sudah menyentuh anak usia sekolah. Ia menekankan, kegiatan ini harus berkelanjutan, bukan sekadar formalitas tahunan.

Sikap tegas juga disampaikannya terkait isu oknum guru yang diduga melakukan perundungan.

“Guru adalah panutan. Kalau gurunya membully, bagaimana anak didik bisa belajar nilai kebaikan? Ini memprihatinkan. Dinas terkait wajib lakukan pembinaan ketat, dan berikan sanksi jika terbukti,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Kepemudaan Disparpora Kotabaru Ida Trisanti menjelaskan, tema tahun ini sengaja diperbarui agar relevan dengan realita generasi muda yang hidup di ruang digital.

“Tahun lalu tiga kali kami gelar dan berjalan sukses. Tahun ini kami targetkan 2-3 kali, fokus ke wilayah dengan urgensi tinggi seperti Pulau Laut Seberang,” jelasnya.

Pemkab Kotabaru berharap, 100 pemuda ini menjadi benteng pertama sekaligus penggerak perubahan positif.

“Jadilah agent of change. Mulai dari diri sendiri, lalu sebarkan dampak baik itu ke lingkungan sekitar,” tutup Ida.

Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *