Bapenda Kotabaru Genjot PAD Lewat Digitalisasi dan Sinergi Lintar Sektor

Kepala Bapenda Kotabaru, Sony Tua Halomoan, saat diwawancarai di ruang kerjanya. Ia menjelaskan capaian digitalisasi pajak, strategi intensifikasi dan ekstensifikasi, serta sinergi lintas instansi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah. Foto: Ist.

KOTABARU, GK – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kotabaru terus berinovasi  dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui  transparansi layanan perpajakan berbasis digital. Langkah tersebut diharapkan mampu mempermudah masyarakat sekaligus  meningkatkan  kepatuhan wajib pajak.

Kepala Bapenda Kotabaru, Sonny Tua Halomoan, mengatakan integrasi sistem pembayaran menjadi salah satu terobosan yang telah direalisasikan tahun ini. Melalui kerja sama Bank Kalsel, masyarakat kini dapat memiliki banyak pilihan dalam membayar pajak dan retribusi daerah.

“Baru-baru ini, Bapenda melakukan pertemuan dengan Bank Kalsel di Banjarmasin untuk membahas integrasi layanan pembayaran pajak dan retribusi. Hasilnya, masyarakat kini dapat melakukan transaksi melalui aplikasi Gopay, Dana, hingga jaringan Indomaret dengan metode QRIS, sehingga pembayaran lebih mudah, cepat, dan transparan,” ujarnya, Jumat (26/6/2026) kemarin.

Menurut Sony, optimalisasi penerimaan pajak tidak dilakukan dengan menaikan tarif, melainkan melalui peningkatan kualitas pelayan dan perluasan basis wajib pajak.

“Tarif tidak ada yang dinaikkan. Yang penting masyarakat dimudahkan,  sehingga pembayaran pajak menjadi bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan Kotabaru,”kata Sonny.

Selain mengembangkan sistem pembayaran digital, Bapenda juga aktif melakukan pendataan dan penagihan terhadap wajib pajak potensial. Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan langsung ke sejumlah perusahan yang beroperasi di Kotabaru, termasuk penagihan pajak makan dan minum kepada PT Pelsart.

Untuk mengoptimalkan PAD, Bapenda memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi. Kerja sama dengan Samsat dan Polres Kotabaru dilakukan untuk pajak kendaraan bermotor, sedangkan Kaloborasi dengan PLN berkaitan dengan pajak tenaga listrik. Sinergi lintas OPD juga terus diperkuat guna menciptakan sistem perpajakan yang lebih efektif dan terintegrasi.

Menjelang jatuh tempo pembayaran triwulan, Sony menghimbau seluruh wajib pajak, baik perseorangan maupun badan usaha, agar memanfaatkan kemudahan layanan yng telah tersedia.

“Peran serta masyarakat mendukung kemandirian daerah. Kita tidak bisa terus bergantung pada pusat. Dengan membayar pajak, kita membangun Kotabaru bersama,”   pungkasnya.

Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *