KOTABARU, GK – Sampah tak lagi sekadar persoalan lingkungan, daun berubah menjadi produk bernilai jual, sementara susu segar mampu menghidupi pasar lokal. Tiga potensi tersebut dikembangkan warga Desa Tegalrejo melalui program pendampingan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Unit Tarjun hingga tumbuh menjadi usaha yang semakin mandiri.
Ketiga usaha tersebut diperkenalkan dalam Media Gathering ke-2 Indocement 2026 di Wisata Goa Lowo, Selasa (25/8/2026).
Dikelola BUMDes bersama warga, TPS3R Desa Tegalrejo mengubah sampah menjadi nilai ekonomi.
“Diawali dengan pemilahan sampah plastik untuk didaur ulang. Sampah organik kami olah jadi pupuk. Yang unik, kami juga produksi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif pabrik semen Indocement,” jelas Mashudi, Ketua TPS3R.
Skema ekonomi sirkular ini sekaligus menjawab persoalan sampah desa dan mendukung efisiensi energi perusahaan.
Sejak 2024, UMKM Ecoprint Godong Ayu digerakkan oleh 13 perempuan desa. Mereka mencetak motif alami dari daun jati di atas kain dengan pewarna kayu secang.
Produk yang dihasilkan mulai dari kipas Rp50.000, kain katun Rp100.000-Rp200.000, hingga kain sutra Rp300.000-Rp350.000.
“Tekniknya alami, hasilnya eksklusif. Penjualan ini sudah jadi tambahan penghasilan anggota hingga jutaan rupiah per tahun,” kata Mariana, pelatih Godong Ayu.
Kini produk mereka dilirik sebagai oleh-oleh khas Kotabaru yang ramah lingkungan.
Sejak 2012, Iwanto mengelola peternakan sapi perah dengan tujuh ekor sapi. Meski cuaca panas ekstrem menurunkan produksi dari 10 liter menjadi 5–8 liter per ekor, kualitas tetap terjaga.
“Standar higienis ketat kami terapkan sebelum pemerahan. Alhamdulillah, seluruh susu segar habis terserap pasar lokal,” ujarnya.
Hj. Eva Ariani, SHECSR Dept. Head Indocement Tarjun, menegaskan arah program CSR perusahaan.
“Kami fokus pada capacity building. Tujuannya menciptakan ekosistem bisnis yang mandiri dan berkelanjutan, bukan sekadar memberi bantuan,” tegasnya.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa dan BUMDes Pesona Rejo Jaya. Sinergi dinilai berhasil membuka lapangan kerja, menekan masalah sampah, dan meningkatkan pendapatan riil warga sekitar.
Yandi












