BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Media Perkuat Perlindungan Kalimantan Selatan

Kepala Kantor Wilayah Kalimantan Selatan BPJS Ketenagakerjaan Ady Hendratta. Foto: genpikalsel. com/Gunawan.

BANJARMASIN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Media Gathering bertema “Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Media dalam Memperkuat Perlindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja di Wilayah Kalimantan Selatan” Senin (2/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan insan media sekaligus mendorong peningkatan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan di Kalimantan Selatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan Ady Hendratta, Asisten Deputi Bidang Hubungan Masyarakat BPJS Ketenagakerjaan Budi Hananto, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin Sunardy Syahid, serta Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Vina Dwina Yuskin.

Ady Hendratta dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Kalimantan masih tergolong rendah. Dari total 7.996.826 pekerja, baru 3.302.762 orang yang terdaftar sebagai peserta aktif. Artinya, lebih dari 4,6 juta pekerja belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, dengan tingkat coverage baru mencapai 41,30 persen.

“Coverage kita masih rendah, begitu juga tingkat kepatuhan perusahaan yang belum optimal. Ini menjadi tantangan bersama yang harus dijawab melalui kolaborasi lintas sektor,”jelas Ady.

Ady menegaskan peran strategis media dalam menyampaikan informasi BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat. Menurutnya, pemberitaan yang edukatif dan mudah dipahami dapat meningkatkan kesadaran pekerja dan pemberi kerja akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

Selain itu, Ady juga memaparkan besarnya manfaat yang telah disalurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta. Sepanjang periode berjalan, tercatat sebanyak 93.468 klaim telah dibayarkan, mencakup Jaminan Kehilangan Pekerjaan, Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun.

Klaim JHT menjadi yang terbanyak, yakni 63.435 klaim dengan total nilai mencapai Rp766,8 miliar.

“Manfaat ini menunjukkan kehadiran negara melalui BPJS Ketenagakerjaan. Tanpa perlindungan, ketika kepala keluarga meninggal dunia atau kehilangan pekerjaan, keluarga berisiko jatuh miskin dan anak-anak terancam putus sekolah,” tegasnya.

Sementara Pada kesempat tersebut, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin, Vina Dwina Yuskin menyampaikan bahwa peran media sangat strategis dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya pekerja dan pemberi kerja, akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah Kalimantan Selatan.

“Kami di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin berkomitmen menjalin sinergi yang kuat dengan media lokal dan regional, agar informasi tentang hak dan perlindungan pekerja dapat tersampaikan secara luas dan efekti,” tutup Vina.

Media Gathering ini diisi dengan registrasi peserta, pembukaan, penyampaian materi, serta diskusi interaktif bersama insan media dari berbagai daerah. Kegiatan ditutup dengan sesi kebersamaan guna mempererat kemitraan.

Melalui kolaborasi yang semakin kuat dengan media, BPJS Ketenagakerjaan berharap pesan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau lebih luas masyarakat, sehingga kepesertaan pekerja di Kalimantan Selatan terus meningkat.[Gunawan]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *