Presiden Prabowo; Swasembada Pangan Kunci Kesejahteraan dan Kemerdekaan Bangsa

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat Rakornas. Foto: pemerintah pusat.

JAKARTA, GK – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya kesejahteraan rakyat dan kemerdekaan bangsa yang sesungguhnya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026).

Rakornas yang dihadiri unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, lembaga, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari seluruh Indonesia itu menjadi wadah konsolidasi nasional untuk mempercepat pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa pangan, kesehatan, dan pendidikan adalah elemen kunci yang harus dijamin negara.

“Landasan pertama pembangunan adalah swasembada pangan. Tidak ada pilihan lain. Jika bangsa ini ingin berdiri mandiri dan rakyatnya sejahtera, maka produksi pangan harus kita kuasai dan pastikan dapat diakses oleh seluruh rakyat,”kata Probowo dikutip unggahan akun resmi Ditjen PKH Kementrian RI.

Presiden Probowo Subianto. Foto: Istimewa.

Presiden menambahkan bahwa swasembada pangan menjadi pilar utama strategi pembangunan nasional yang sedang dijalankan pemerintah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh komponen bangsa, baik pusat maupun daerah, untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan kemandirian pangan.

“Swasembada adalah syarat utama. Ini merupakan pilar dari strategi besar yang saya tawarkan dan sedang kita laksanakan. Saya berkomitmen membawa Indonesia menuju kemerdekaan yang sejati,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga memaparkan capaian positif sektor pangan nasional. Ia menyebutkan bahwa produksi beras nasional pada tahun 2025 mencapai rekor tertinggi sebesar 34,71 juta ton, sebagai hasil sinergi antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan

Selain peningkatan produksi, Presiden menyoroti pentingnya pengembangan hilirisasi pertanian guna menciptakan nilai tambah. Pada tahun 2026, pemerintah menetapkan 18 proyek hilirisasi prioritas, termasuk pengembangan industri berbasis komoditas pertanian seperti nata de coco, medium chain triglyceride (MCT), tepung kelapa, serta

Selain penguatan produksi, Presiden Prabowo menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian. Pada 2026 pemerintah menetapkan 18 proyek hilirisasi prioritas, termasuk industri berbasis komoditas pertanian seperti nata de coco, MCT, coconut flour, serta oleofood berbasis kelapa sawit.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa capaian swasembada pangan merupakan buah dari kerja bersama Kabinet Merah Putih, dukungan kebijakan Presiden, serta kerja keras petani dan penyuluh pertanian di seluruh pelosok negeri.

“Keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif Kabinet Merah Putih, berangkat dari visi besar Presiden Republik Indonesia dan keringat para petani Indonesia,” ujar Mentan Amran.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Pertanian akan terus mengawal arahan Presiden melalui penguatan produksi, peningkatan kesejahteraan petani, serta percepatan hilirisasi pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Rakornas 2026 menjadi momentum percepatan program prioritas Presiden, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan energi serta membangun ekonomi nasional yang produktif dan inklusi.[Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *