Dinas Kesehatan Kotabaru Fokus Tekan PTM dan Siapkan Posyandu Era Baru

KOTABARU, GK – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru terus berupaya menekan angka Penyakit Tidak Menular (PTM) sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Hal itu disampaikan oleh Plh. Kepala Dinas Kesehatan, H. Sugianoor, kepada Genpikalsel.com, Rabu (1/10/2025).

Sugianoor menjelaskan, dari 12 jenis Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan, kasus PTM seperti diabetes, hipertensi, dan tuberkulosis (TB) masih mendominasi. TB bahkan disebut sebagai salah satu penyumbang kematian tertinggi di Kotabaru.

“Upaya pencegahan melalui kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), termasuk ajakan rutin mengonsumsi buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, serta menjaga lingkungan sehat terus di sosialisasikan,”jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk aktif memanfaatkan Posbindu PTM dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang kini tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga remaja hingga dewasa.

Sugianoor menambahkan, mulai 2026 Kotabaru akan menerapkan Posyandu Era Baru sesuai PMK No. 13 Tahun 2025. Posyandu yang sebelumnya hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak kini akan diperluas menjadi enam bidang, meliputi:
• Kesehatan
• Sosial
• Pendidikan
• Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
• Pemberdayaan Masyarakat dan BUMDes
• Ketertiban dan keamanan lingkungan

Dengan model baru ini, posyandu tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga wadah penyelesaian masalah sosial, perumahan, hingga keamanan lingkungan di tingkat desa.

Meski demikian, Sugianoor mengakui masih ada tantangan besar, terutama terkait angka stunting yang sempat naik dari 20,1% menjadi 23,2%. Untuk itu, kader posyandu akan diperkuat agar lebih aktif melakukan screening, kunjungan rumah, serta edukasi gizi kepada ibu hamil dan balita berisiko stunting.

“Kader tidak hanya menunggu di posyandu, tapi juga turun langsung ke rumah-rumah untuk memberikan edukasi dan pendampingan,” ujarnya.

Dinkes Kotabaru juga menggandeng berbagai pihak, termasuk swasta, untuk mendukung program kesehatan masyarakat. Tahun lalu, Kotabaru berhasil meraih peringkat pertama dalam penilaian Germas tingkat provinsi, dan diharapkan prestasi ini bisa dipertahankan.

“Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat sudah mulai meningkat. Kini tinggal bagaimana kita mengevaluasi apakah perubahan perilaku ini berdampak pada penurunan kasus PTM,” pungkas Sugianoor.

Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *