KOTABARU, GK – Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kotabaru, Tri Basuki, menegaskan komitmen perusahaan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Menurutnya, meski saat ini debit sungai meningkat karena musim penghujan, tantangan distribusi masih ada, terutama terkait tekanan air di beberapa wilayah. Untuk itu, PDAM Kotabaru berencana menambah sistem perpipaan agar aliran tetap stabil.
“Sepanjang tahun ini, PDAM telah melaksanakan program penambahan air baku dan kapasitas produksi sebagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan air hingga lima tahun ke depan,” ujar Tri Basuki saat dikonfirmasi awak media Genpikalsel, d ruang kerjanya, Kamis (20/11/25)
Tri Basuki juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, PDAM bersama pemerintah daerah akan mempercepat pembangunan Bendungan Seratak di Teluk Masjid. Tahapan perencanaan DID, SS, dan SID ditargetkan rampung tahun ini, sehingga pembangunan bisa segera dimulai tahun depan.
Seiring pertumbuhan penduduk, PDAM menargetkan pemenuhan kebutuhan air bersih hingga tahun 2035.
“Sebagai pelayanan publik, kami harus terus berbenah dan memastikan masyarakat mendapatkan akses air bersih yang layak,” ujar Tri Basuki.
PDAM juga memperkenalkan teknologi baru dalam pengolahan air. Jika sebelumnya menggunakan kaporit yang menimbulkan bau, kini PDAM beralih ke teknologi klorinasi, yaitu mengubah garam menjadi disinfektan. Inovasi ini berhasil mengurangi keluhan masyarakat sekaligus meningkatkan mutu air bersih.
“Klorinasi air adalah proses penambahan klorin ke dalam air untuk membunuh mikroorganisme berbahaya, seperti bakteri, virus, dan protozoa, yang dapat menyebabkan penyakit. Proses ini sangat penting untuk memastikan air yang digunakan oleh masyarakat aman untuk diminum dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Tri Basuki
Tri Basuki juga menekankan bahwa PDAM akan fokus pada peningkatan pelayanan, pendapatan, serta penurunan tingkat kehilangan air. Melalui program kemitraan solidaritas, PDAM Kotabaru berhasil menekan angka kehilangan air dari 56% menjadi 29%, pencapaian yang menjadikan Kotabaru peserta terbaik se-Indonesia.
“Ke depan, kami akan memperluas cakupan pelayanan dan membuka akses baru bagi daerah yang belum memiliki sarana air bersih,” tutupnya.
Yandi












