Polairud Kotabaru Perketat Pengawasan Keselamatan Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem

KOTABARU, GK – Kondisi cuaca yang berpotensi ekstrem membuat Sat Polairud Polres Kotabaru meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas nelayan. Selain menyampaikan informasi prakiraan cuaca, petugas juga memastikan kapal yang berlayar memenuhi ketentuan keselamatan dan memiliki Surat Layak Operasi (SLO).

Kasat Polairud Polres Kotabaru, IPTU M. Rifani saat dikonfirmasi Kamis (1/10/2026), mengatakan pihaknya terus bersinergi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Syahbandar dalam menyampaikan informasi cuaca harian kepada nelayan.

“Untuk minggu ini kami sudah ingatkan nelayan agar lebih berhati hati. BMKG telah mengeluarkan peringatan gelombang tinggi dan pasang dalam. Jika kondisi memungkinkan silakan melaut, namun jika cuaca buruk sebaiknya ditunda” ujar Rifani.

Ia juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan layak layar. Setiap kapal diwajibkan memiliki Surat Layak Operasi (SLO) dengan muatan yang sesuai kapasitas.

“Kami bersama Syahbandar memastikan setiap kapal yang berangkat telah mengantongi SLO. Tujuannya jelas agar tidak terjadi kelebihan muatan yang bisa berujung pada perahu terbalik” tegasnya.

Terkait penanganan laporan nelayan hilang, IPTU M.Rifani menegaskan Polairud menerapkan respon cepat. Setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti dengan perhitungan matang di lapangan.

“Begitu laporan kami terima, personel segera bergerak. Pencarian di laut memiliki tantangan tersendiri seperti pasang surut, cuaca, dan titik lokasi yang kerap berubah karena arus. Keterangan awal misalnya di Tanjung Batu, bisa saja korban sudah hanyut ke titik lain” jelasnya.

Menurutnya operasi pencarian harus dilakukan dengan analisis yang cermat meliputi arah angin, arus, serta kemampuan daya jelajah kapal agar efektif dan tidak membahayakan personel.

“Tidak bisa asal jalan. Semua diperhitungkan secara matang, mulai dari arah hanyut hingga ketersediaan BBM. Pencarian malam hari tentu memiliki risiko lebih besar dibanding siang hari” terangnya.

Sementara itu terkait peredaran narkoba di kalangan nelayan, Rifani memastikan situasi di Kotabaru masih aman. Edukasi bahaya narkoba terus diberikan melalui patroli sambang desa.

“Alhamdulillah nelayan kita bersih dari narkoba. Dalam setiap sambang kami selalu mengingatkan agar jangan pernah menerima titipan barang yang tidak jelas asal usulnya dari orang luar” ujarnya.

IPTU M. Rifani juga menambahkan informasi cuaca dari BMKG rutin dibagikan melalui grup nelayan. Jika gelombang diperkirakan di atas dua meter, nelayan diminta tidak memaksakan diri melaut ke tengah.

“Boleh melaut tapi utamakan keselamatan. Jika gelombang tinggi cukup di sekitar pesisir saja. Jangan dipaksakan, karena sudah banyak kejadian kapal rusak hingga tenggelam akibat memaksakan diri” pungkasnya.

Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *