TANAH BUMBU, GK – Ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) di sejumlah wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dinilai masih belum memadai. Akibatnya, sebagain petani harus menggunakan peralatan pinjaman dari wilayah lain untuk mengolah lahan pertanian mereka.
Persoalan tersebut muncul dalam agenda reses yang digelar anggota DPRD Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin, di Gedung 7 Febuari Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Rabu (13/5/2026).
Reses tersebut dikemas dalam kegiatan tamu aspirasi petani dan nelayan yang turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Camat Kusan Hilir, Kepala Desa setempat, dan tamu undangan lainnya.
Kepala Desa Saring Bubu, Bustani, menyampaikan kebutuhan hand traktor dan combine harvester di wilayahnya hingga kini belum terpenuhi. Menurutnya, alat bantuan yang pernah diterima kelompok tani sudah tidak lagi dapat digunakan secara maksimal karena faktor usia.

Ia menjelaskan, lahan pertanian di desanya mencapai sekitar 200 hektare hingga kebutuhan alat pendukung menjadi sangat penting, terutama saat musim tanam dan panen berlangsung bersamaan.
“Kondisi ini membuat petani terkadang harus meminjam alat dari luar wilayah agar pekerjaan sawah tidak tertunda, ” jelasnya.
Hal serupa jua disampaikan Kepala Desa Sungai Lembu, Rusdiansyah. Ia menuturkan produktivitas pertanian di wilayahnya cukup tinggi karena petani mampu melakukan tanam hingga tiga kali dalam setahun. Namun, keterbatasan alsintan dinilai menjadi hambatan dalam meningkatkan hasil produksi.
Menurut dia, luas lahan pertanian di Desa Sungai Lembu mencapai kurang lebih 144 hakter dan membutuhkan dukungan peralatan yang memadai.
Menanggapi aspirasi tersebut, M. Syarifuddin mengatakan usulan bantuan pertanian harus disertai data kebutuhan yang jelas agar proses pengajuan dapat dilakukan sesuai prioritas.
Bang Dhin menyebut pengadaan bantuan memerlukan tahapan administrasi dan pembahasan anggaran secara bertingkat, hingga tidak dapat direalisasikan dalam waktu singkat.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahan pagan dan Pertanian Tanah Bumbu, Andi Anwar Sadat, mengatakan, sebagian alsintan yang telah disalurkan seblumnya kini mengalami kerusakan akibat penggunaan dalam jangka panjang.
Pihaknya sambung Andi Anwar Sadat, akan kembali mengusulkan bantuan alat pertanian sesuai kebutuhan desa dan kemampuan anggaran yang tersedia.












