Bukan Sekedar Tempat Buku! Dispersip Kotabaru Sukses Ubah Perpustakaan Jadi Oase Literasi Anak

KOTABARU, GK – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kotabaru menegaskan komitmennya menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi yang ramah, edukatif, dan inspiratif.

Komitmen itu ditunjukkan melalui kegiatan edukasi literasi untuk anak usia dini yang digelar Rabu (13/5/26) di Ruang Baca Anak Dispersip Kotabaru.

Puluhan peserta didik dari jenjang PAUD dan Taman Kanak-kanak antusias mengikuti kegiatan. Suasana ceria dan interaktif tercipta saat anak-anak diajak membaca, bermain, dan belajar bersama dalam suasana yang menyenangkan.

Kepala Dispersip Kotabaru, Muhammad Fuad Fahruddin, menyatakan perpustakaan harus hadir sebagai ruang publik yang nyaman dan terbuka bagi semua kalangan, terutama anak-anak.

“Perpustakaan diharapkan menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Kami terus membenahi layanan, berinovasi, dan membuka diri terhadap kritik serta saran masyarakat sebagai bahan evaluasi,” ujar Fuad.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas layanan literasi agar dampaknya benar-benar dirasakan.

Sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kotabaru ke-76, Dispersip turut membuka stan pameran layanan perpustakaan dan kearsipan.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk mengunjungi stan kami. Di sana warga bisa memperoleh informasi sekaligus menikmati layanan yang kami sediakan,” tambah Fuad.

Dalam kesempatan itu, Dispersip juga menyerahkan piagam penghargaan kepada sekolah yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan literasi. Dua sekolah yang menerima apresiasi adalah:

1.PAUD Inklusi Bina Bintang (Jl. Karya Utama, Desa Semayap), berdiri sejak 2025 dengan 30 peserta didik dan 25 guru pendamping, dipimpin oleh Hajar Aswana, S.Pd.

2.TK Bina Jaya (Jl. Tirawan), berdiri sejak 2008 dengan 26 peserta didik dan 3 guru pendamping, dipimpin oleh Rajawati.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar, serta diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menumbuhkan budaya literasi di Kotabaru. Dengan langkah ini, Dispersip bertekad menjadikan perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga pusat pembelajaran, kreativitas, dan inspirasi bagi generasi penerus.

Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *