KOTABARU, GK – Pemerintah Kabupaten Kotabaru bergerak cepat dalam merealisasikan program pembangunan infrastruktur daerah. Tahun ini, sektor perbaikan dan peningkatan kualitas jalan resmi ditempatkan sebagai prioritas utama. Langkah strategis ini diambil sebagai motor penggerak ekonomi sekaligus jaminan keselamatan mobilitas masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Kotabaru, H. Muhammad Rusli, melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru, H. Eka Saprudin, saat memberikan keterangan resmi di ruang kerjanya, Selasa (14/7/26).
“Peningkatan infrastruktur jalan menjadi prioritas mutlak kami karena menyangkut kebutuhan fundamental masyarakat luas. Kelancaran konektivitas adalah kunci. Ketika transportasi logistik dan mobilitas warga tanpa hambatan, maka roda perekonomian daerah secara otomatis akan berakselerasi lebih cepat,” ujar Eka Saprudin.
Salah satu fokus pembenahan yang kini tengah dipacu berada di jantung pusat kota, tepatnya membentang dari Jalan Pangeran Hidayat dan Jalan Suryagandamana hingga jalur menuju kawasan ikonik, Taman Siring Laut di Jalan P. Kesuma Negara. Ruas jalan ini sebelumnya kerap mengalami degradasi akibat masalah klise infrastruktur, yaitu buruknya sistem drainase dan limpasan air akibat derasnya hujan yang bertepatan dengan pasang air laut.
“Musuh utama konstruksi jalan adalah air. Ketika air mulai menggenang dan meresap ke badan jalan, kerusakan struktural akan terjadi dengan cepat. Oleh sebab itu, jalan poros, arteri, dan jalur utama perkotaan kami kebut pengerjaannya guna meminimalisir potensi kecelakaan sekaligus menjaga ritme aktivitas publik tetap produktif,” tambahnya.
Dalam eksekusinya, Pemkab Kotabaru menerapkan sistem berbasis skala prioritas atau urgensi dan data riil di lapangan, bukan sekadar asas pemerataan tanpa target jelas. Peta jalan pembangunan difokuskan pada jalur jalan penghubung antardesa yang memiliki volume lalu lintas padat.
“Kami bergerak berbasis data skala prioritas. Jalur jalan dengan mobilitas tinggi dan bernilai ekonomi strategis wajib didahulukan. Ini adalah langkah preventif agar kerusakan tidak meluas yang berpotensi membahayakan keselamatan warga,” tegas Sekda.
Menjawab tantangan tata kelola pemerintahan yang bersih, Pemkab Kotabaru menjamin seluruh proyek infrastruktur berjalan dengan asas transparansi penuh. Ia memastikan tidak ada ruang bagi proyek abal-abal atau disebut proyek siluman.
Terkait akses informasi fisik, setiap titik pengerjaan wajib memasang papan informasi proyek yang memuat identitas pelaksana, besaran anggaran, serta target waktu penyelesaian. Sementara untuk akses informasi digital, masyarakat dapat memantau progres pembangunan secara real time melalui aplikasi resmi dan kanal media sosial milik Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD terkait.
“Transparansi adalah harga mati dalam tata kelola pemerintahan kami. Ruang kontrol publik dibuka seluas-luasnya, baik secara fisik di lapangan maupun melalui platform digital,” imbuhnya.
Meskipun dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran daerah, Pemkab Kotabaru tetap menjaga konsistensi fiskal pada sektor pemenuhan hak dasar masyarakat. Peta jalan anggaran jangka menengah tetap menempatkan Infrastruktur Jalan, Pendidikan, dan Pelayanan Kesehatan sebagai tiga pilar pembangunan utama.
“Target kami sangat rigid dan terukur. Seluruh program pembangunan harus tuntas secara kualitas, tepat waktu, dan dampaknya dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat Kotabaru,” pungkas Eka.
Yandi












