BPBD Kotabaru Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Karhutla 2026

Keterangan Foto: Anggota TRC BPBD Kotabaru, Esika, terlihat sedang melakukan pemantauan data karhutla melalui layar interaktif di Posko Siaga Karhutla 2026.

KOTABARU, GK – Memasuki periode rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotabaru meningkatkan status kesiapsiagaan. Langkah ini menyusul arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wakapolri, dan kementerian terkait dalam rapat koordinasi nasional beberapa waktu lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru, Hendra Indrayana, S.STP.,M.IP., menegaskan bahwa pencegahan dini menjadi prioritas utama menghadapi potensi Karhutla tahun 2026.

“Koordinasi lintas sektoral adalah kunci. Kami telah memperkuat komunikasi melalui forum lintas instansi dan rapat koordinasi secara daring. Ke depan, sinergi bersama TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus kami intensifkan,” ujar Hendra, Jumat (31/7/2026).

Di lapangan, BPBD Kotabaru telah membentuk posko siaga Karhutla, memeriksa seluruh peralatan pemadaman, serta memastikan kesiapan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Alhamdulillah, seluruh personel maupun peralatan sudah dalam kondisi siap operasi sewaktu-waktu. Kita tidak bisa menunggu kejadian dulu, antisipasi harus dimulai dari sekarang,” tegas Hendra.

Berdasarkan arahan BNPB, BPBD diminta aktif memantau perkembangan cuaca dan segera merespons setiap potensi titik api.

“Sekecil apa pun percikan api harus langsung ditangani di awal agar tidak berkembang menjadi kebakaran besar,” kata Hendra.

BNPB juga menekankan pentingnya edukasi publik. Data menunjukkan sekitar 99 persen kasus Karhutla dipicu oleh aktivitas manusia.

“Karena itu sosialisasi menjadi prioritas kami. Masyarakat harus tahu bahwa membakar lahan adalah tindakan yang sangat berisiko,” jelasnya.

Tantangan terbesar di Kotabaru, menurut Hendra, adalah luasnya wilayah dengan kondisi geografis yang sebagian sulit dijangkau.

Untuk mengatasinya, BPBD mengoptimalkan patroli terpadu bersama TNI-Polri dan menggalakkan sosialisasi secara masif melalui media informasi, spanduk, baliho, hingga penyuluhan langsung ke desa-desa.

“Harapannya, kesadaran masyarakat terus meningkat. Pencegahan dari hulu akan jauh lebih efektif daripada pemadaman di hilir,” ucapnya.

Menutup keterangannya, Hendra mengingatkan potensi dampak El Nino yang menyebabkan musim kemarau lebih panjang, curah hujan berkurang, dan lahan menjadi sangat kering sehingga risiko kebakaran meningkat.

“Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Bijaklah menggunakan air dan jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Dengan kepedulian dan kebersamaan kita, insya Allah risiko Karhutla di Kabupaten Kotabaru dapat kita minimalkan,” pungkasnya.

Masyarakat yang menemukan titik api atau asap dapat segera melapor ke BPBD Kotabaru melalui:

– WhatsApp: 0895 3453 94215
– Telepon Kantor: (0518) 21040

Yandi/Genpikalsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *