DLH dan DPPPAPPKB Kotabaru Sosialisaikan BAPILAH, Dorong Budaya Pilah Sampah dan Rumah Tangga

KOTABARU, GK – Pemerintah daerah terus memperkuat pengelolaan lingkungan melalui gerakan berbasis masyarakat. Salah satunya melalui sosialisasi program BAPILAH (Budaya Pilah dan Tanggung Jawab Sampah) yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotabaru bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kotabaru, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula DPPPAPPKB ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara kementerian yang membidangi lingkungan hidup dan keluarga berencana. Sosialisasi dihadiri oleh Kepala DLH Kotabaru, Hj. Melinda Ratna Agustina, serta Kepala DPPPAPPKB, Ir. Sri Sulistyani, M.PH, bersama jajaran dan seluruh staf.

Dalam kesempatan tersebut, Melinda menegaskan bahwa gerakan BAPILAH berfokus pada perubahan pola pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga. Ia menyebutkan bahwa masyarakat harus mulai memilah sampah sejak awal, dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.

“Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik harus ditangani sesuai ketentuan. Tidak boleh lagi dibuang sembarangan ke laut, kolong rumah,maupun pinggir jalan,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ke depan, pembuangan sampah langsung ke tempat penampungan akhir akan dibatasi. Oleh karena itu, pengelolaan sampah dari sumber menjadi langkah penting yang tidak bisa dihindari.

Program ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga dunia usaha. Melinda menjelaskan bahwa banyak perusahaan mulai meminta pembinaan terkait pengelolaan sampah karena berkaitan dengan penilaian PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup). Perusahaan yang tidak memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik berisiko mendapatkan penilaian buruk.

Sementara itu, Sri Sulistyani menilai bahwa program ini sangat relevan dengan peran DPPPAPPKB, mengingat sebagian besar sumber sampah berasal dari rumah tangga.

“Sekitar 70 persen sampah berasal dari rumah tangga. Melalui penyuluh KB dan kader yang tersebar di 22 kecamatan, informasi ini dapat disampaikan secara luas kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat.

“Program yang baik tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, kami memulai dari internal agar bisa menjadi contoh nyata,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi ini juga diisi dengan praktik langsung pembuatan kompos dari sampah organik. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman praktis kepada peserta agar dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Melalui kolaborasi antara DLH dan DPPPAPPKB, pemerintah daerah berharap edukasi pengelolaan sampah dapat menjangkau hingga ke tingkat keluarga,sekolah, dan perusahaan.

Momentum ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan Kotabaru yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan dengan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.[Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *