KOTABARU, GK – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru, Akhmad Romansyah, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperjuangkan akses pendidikan yang merata, meski di tengah keterbatasan anggaran. Hal ini disampaikan saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Rabu (20/5/26).
Romansyah mengungkapkan motivasi terbesar muncul saat melihat langsung perjuangan guru di wilayah terpencil seperti Pulau Sembilan, Sungai Nyamuk, Pamukan Barat, dan Gunung Sari.
“Banyak guru menempuh perjalanan jauh dengan biaya besar hanya untuk mengurus administrasi. Karena itu, kami instruksikan agar pelayanan di dinas diselesaikan hari itu juga, jangan ditunda. Bahkan jika dokumen membutuhkan tanda tangan kepala dinas sementara saya berada di luar daerah, maka tanda tangan dilakukan secara digital agar pelayanan tetap cepat,” tegasnya.
Sekolah yang Memprihatinkan
Menurutnya, hampir semua sekolah di wilayah pinggiran, pesisir, dan pegunungan masih membutuhkan perhatian serius.
“Alhamdulillah, Pemkab Kotabaru berkomitmen melakukan rehabilitasi dan revitalisasi sekolah melalui bantuan pemerintah pusat maupun daerah. Kami sudah melakukan pendataan untuk menentukan sekolah-sekolah yang menjadi prioritas penanganan,” jelas Romansyah.
Inovasi Belajar dan Peran Guru
Romansyah menekankan bahwa fasilitas belajar yang paling dibutuhkan saat ini adalah penguatan sistem pembelajaran berbasis deep learning.
“Guru adalah kunci utama transformasi pendidikan di era digital. Karena itu, kami fokus meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan, bimbingan teknis, dan penguatan kapasitas tenaga pendidik,” ujarnya.
Transformasi Digital di Sekolah
Perubahan besar yang dirasakan siswa adalah hadirnya transformasi digital.
“Anak-anak kini bisa mengakses materi pembelajaran melalui telepon genggam, mencari informasi pendidikan, dan belajar mandiri. Bagi siswa kurang mampu, mereka tetap bisa belajar bersama teman-temannya sehingga proses pembelajaran tetap berjalan,” tambahnya.
Romansyah menegaskan harapan terbesar tahun ini adalah tidak ada lagi anak putus sekolah di Kotabaru.
“Kami ingin semua anak mendapatkan hak pendidikan yang layak. Dukungan orang tua sangat penting agar anak-anak tetap bersekolah. Apalagi pemerintah sudah menjalankan program wajib belajar 13 tahun. Harapan kami, program ini benar-benar dimanfaatkan masyarakat demi masa depan anak-anak. Semua ini sejalan dengan visi Bupati untuk mewujudkan Kotabaru Hebat,” tutupnya.
Dengan semangat perjuangan guru di daerah terpencil, komitmen perbaikan infrastruktur sekolah, serta dorongan transformasi digital, Dinas Pendidikan Kotabaru optimis mampu mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
Yandi












