Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Semangat Desa Sei Taib untuk Maju

KOTABARU, GK – Pemangkasan transfer anggaran dari pemerintah pusat menjadi tantangan besar bagi desa-desa di Kabupaten Kotabaru. Salah satunya dialami Desa Sei Taib, Kecamatan Pulau Laut Utara.

“Dari semula Rp1 miliar, kini Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) hanya tersisa sekitar Rp370 juta. Kondisi ini memaksa pemerintah desa menyusun ulang prioritas program tahun 2026.

Kepala Desa Sei Taib, H. Sunarto, menegaskan bahwa pembangunan fisik hampir tidak bisa dilaksanakan.

“Dengan anggaran terbatas, kami fokus pada kebutuhan dasar masyarakat. Dana digunakan untuk pembinaan kader posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT), serta operasional kantor desa,” ujar Sunarto pada saat ditemui awak media diruang kerjanya, Rabu (6/5/26)

“Dan untuk pembangunan fisik, tahun ini hampir tidak ada, kecuali kegiatan kecil dari sisa anggaran sebelumnya,” jelas Sunarto.

Kemudian, Proyek infrastruktur seperti jalan dan perumahan terpaksa ditunda. Pemerintah desa tetap berkoordinasi dengan dinas terkait agar kebutuhan masyarakat tetap mendapat perhatian meski tidak melalui APBDes.

Dalam keterbatasan, pihaknya juga berupaya mencari sumber pendanaan lain.

“BUMDes kami belum aktif, sementara CSR perusahaan biasanya hanya sekali setahun. Kami berharap ada dukungan lebih besar, misalnya bantuan tenda dan kursi untuk kegiatan masyarakat agar tidak perlu menyewa,” kata Sunarto.

Meski anggaran minim, transparansi tetap dijaga. Sosialisasi dilakukan hingga tingkat RT agar warga memahami kondisi dan tidak menimbulkan kecurigaan.

“Semua program dijalankan sesuai kemampuan, dengan melibatkan masyarakat agar tetap kondusif,” tegasnya.

Sunarto menutup dengan harapan agar dukungan dari pemerintah daerah, dinas terkait, dan perusahaan melalui CSR dapat membantu menutup celah anggaran.

“Dengan kebersamaan, pelayanan dasar tetap berjalan dan pembangunan bisa dilanjutkan. Kami ingin Desa Sei Taib tetap maju meski dalam keterbatasan,” penuh optimisme

Penulis: Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *