SIGAP PAS, Lapas Kotabaru Siap Hadapi Segala Kejutan

SIGAP PAS, Lapas Kotabaru Siap Hadapi Segala Kejutan. Foto: Ist.

KOTABARU, GK – Saat sirene meraung, puluhan petugas Lapas Kelas IIA Kotabaru serentak “Drop, Cover, and Hold On”. Bukan latihan biasa. Ini adalah pembuka implementasi program SIGAP PAS – Strategi Kesiapsiagaan Kebencanaan di UPT Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, yang digelar Selasa (04/08/26) bersama BPBD Kabupaten Kotabaru.

Kegiatan ini menjadi titik awal Lapas Kotabaru untuk tidak hanya menjaga warga binaan, tapi juga memastikan petugasnya sendiri siap menjadi garda pertama saat darurat.

Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan kesiapsiagaan bukan sekadar dokumen. Ini soal nyawa.

“Kami ingin setiap petugas punya pengetahuan, keterampilan, dan naluri untuk merespons cepat. Kesiapsiagaan adalah investasi keselamatan. Ketika bencana datang, tidak ada waktu untuk bingung,” ujar Doni.

Sinergi ini diperkuat lewat Perjanjian Kerja Sama Lapas Kotabaru dengan BPBD. Farina Yuliarti, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kotabaru, mengapresiasi langkah tersebut.

“Budaya sadar bencana harus dibangun dari dalam. Lewat pelatihan dan latihan berkelanjutan, setiap orang tahu apa yang harus dilakukan saat detik-detik kritis,” jelasnya.

Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kalsel menunjuk Lapas Kotabaru sebagai pilot project SIGAP PAS. Isnawan, Kabid Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal yang mewakili Kakanwil, menyebut ini bagian dari penguatan manajemen risiko.

“Lapas Kotabaru dipilih karena komitmennya. Harapan kami, ilmu hari ini tidak berhenti di kelas. Ia harus hidup dalam setiap tugas harian. Bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegas Isnawan.

Simbol dimulainya program ditandai dengan penyematan Topi SIGAP PAS kepada perwakilan peserta.

Materi pelatihan mencakup identifikasi risiko, sistem komando darurat, teknik evakuasi, hingga komunikasi lintas instansi. Puncaknya: simulasi gempa. Petugas mempraktikkan evakuasi ke titik kumpul, koordinasi pelaporan, hingga pendataan personel.

“Teori tanpa praktik itu kosong. Hari ini kami uji. Tujuannya satu: melindungi warga binaan, sesama petugas, dan aset negara,” tambah Doni.

Kegiatan ditutup dengan Apel SIGAP PAS. Isnawan berpesan agar kesiapsiagaan tidak berhenti di pelatihan.

“Jadikan ini budaya kerja. Bukan agenda seremonial. Dengan begitu kita wujudkan pemasyarakatan yang aman, tangguh, dan responsif,” tutupnya.

Melalui SIGAP PAS, Lapas Kotabaru menegaskan menghadapi bencana tidak bisa menunggu datang. Ia harus dilatih, disiapkan, dan dijalani setiap hari.[Yandi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *